Kemenpar Geber Habis Digitalisasi Homestay Desa Wisata

by Jackysan
Kemenpar Geber Habis, Digitalisasi Homestay Desa Wisata 2

Genpilomboksumbawa.com, Lumajang – Tidak tanggung-tanggung, Kemenpar makin ngebut, mendigitalisasi pelaku usaha homestay di desa wisata. Dari Bali, Danau Toba, Jogjakarta, Dieng, Banyuwangi, Mandalika, Derawan, Pangandaran, Pasuruan, Lumajang, sampai Magelang. Sebelas titik disosialisasi secara paralel bersama tim ITX Indonesia Tourism Xchange.

“Hampir semua homestay yang didatangi tim Kemenpar dan ITX itu kondisinya masih belum digital. Mereka sudah beroperasi, bahkan bertahun-tahun, selama ini belum disentuh digital. Kalaupun online, hanya promosi via media sosial dan website gabungan saja. “Sekarang mereka sudah diaktivasi dengan digital,” kata Oneng Setya Harini, Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Kemenpar.

Oneng yang berada di bawah Deputi Pengembangan Destinasi dan Induatri Pariwisata itu setiap ke daerah melakukan dua hal. “Pertama sosialisasi Sadar Wisata dengan Sapta Pesona. Kedua, mendigitalisasi homestay agar segera go digital dan siap bersaing di era global,” kata Oneng.

Seperti diketahui, Menpar Arief Yahya sudah sampai pada tahab “memaksa” agar industri pariwisata kita go digital. Tidak bisa tidak, dan tidak bisa ditunda-tunda. “Agar mereka bisa mendapatkan akses ke global market. Bisa bertemu dengan buyers baik travellers langsung maupun distributor atau wholesellers dunia,” kata Arief Yahya.

ITX adalah tools yang dipakai untuk mempertemukan sellers dan buyers tersebut secara online. Semakin pintar membuat paket yang masuk di selera travellers, maka homestaynya akan semakin laku. “Dan, transaksinya langsung ke homestay, tidak mengendap di mana-mana,” kata Menteri Arief.

Di Wonosobo, Oneng dan tim Kemenpar sempat menggelar acara bersih-bersih Telaga Menjer. Salah satu destinasi populer di Wonosobo, dengan kelompok sadar wisata setempat. “Hari ini, Kamis 6 April, ada tiga aksi sapta pesona di tiga lokasi yang berbeda. Wokosobo, Ponorogo, dan Bunaken Manado,” kata dia.

Di Lumajang, Jawa Timur, juga sudah dilakukan aktivasi online oleh Kemenpar dan ITX. “Untuk akselerasi pencapaian kunjungan sebesar 20 juta wisman pada tahun 2019, Kemenpar mengeluarkan 10 program prioritas untuk tahun 2017 ini. Diantara program prioritas tersebut adalah Digital/e-tourism dan pembangunan homestay desa wisata,” katanya.

Program ini dicetuskan untuk menjawab tantangan defisit jumlah akomodasi di destinasi pariwisata karena tidak seimbangnya jumlah pembangunan kamar hotel dengan jumlah kunjungan wisman.

Bentuknya, Workshop Pemasaran Homestay Melalui Digital di Kabupaten/Kota penyangga 10 Destinasi Pariwisata Prioritas. Salah satu daerah yang mendapat kesempatan pelaksanaan workshop adalah Kabupaten Lumajang sebagai penyangga destinasi Bromo-Tengger-Semeru. Kegiatan dilaksanakan pada tanggal 3-4 April 2017 dan diikuti oleh 40 pengurus Desa Wisata yang mengelola lebih dari 200 kamar homestay.

Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata Dadang Rizky Ratman menjelaskan, pihaknya menekankan pentingnya sinergitas program antara Kementerian Pariwisata dengan Kementerian Desa terkait dengan pengembangan Desa Wisata dan pengembangan homestay. “Di sini perlu Indonesia Incorporated,” kata Dadang.

Tim dari ITX diwakili oleh Claudia dan Diandra yang memaparkan tentang sistem pemasaran melalui ITX dan manfaat yang akan diperoleh pengelola homestay. Melalui kegiatan ini diharapkan peserta siap memasarkan homestay mereka dengan platform digital sehingga mampu menjangkau pangsa pasar yang lebih luas.

Selain Lumanang, workshop digitalisasi homestay juga dilakukan di Hotel Artos Magelang. Dibuka oleh Kabid Destinasi Pariwisata Prambudi Trajutrisno mewakili Kadis Porapar Jateng. Diikuti 40 pengelola homestay. Dengan nara sumber dari ITX. (*)

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.