Mekaki Maraton Efek

by Jackysan

Genpilomboksumbawa.com, Pola kebiasaan masyarakat memang terkadang relatif. Semisal hukum zat cair pada ilmu kimia yakni mengikuti tata ruang. Pola ini juga tak kurang menyentuh kebiasaan masyarakat. Paling tidak, ini asumsi awal saya melihat adanya kegiatan baru yang tiba tiba dan dadakan dilakukan oleh masyarakat kec sekotong yakni lari sore. Hal ini tentunya bulan tak berdasar sebab pada akhir bulan ini nantinya akan ada lari Marathon di Mekaki (pulau terujung di Sekotong Barat).

Menarik memang. Sejak beberapa minggu terakhir ini sepanjang jalan saya lebih sering menjumpai para remaja dan paruh baya berlari sore (termasuk saya). Hal ini menandakan bahwa animo masyarakat akan even ini begitu tinggi dan bersebab itupula saya berasumsi seperti di atas. Terlepas dari faktor apa yang menjadi daya magnet dari adanya Mekaki Maraton namun adanya pola baru masyarakat ini tentunya bernilai positif.

Misalnya, saya pribadi mulai latihan semata bukan untuk mendapatkan hadiah karena sejujurnya itu tidak mungkin mengingat saya jarang berolahraga. Namun paling tidak saya tidak mau kaget ketika lomba lantas pingsan karena kekagetan itu maka setidaknya saya mengenalkan kepada tubuh saya betapa keras dan olahraga ini.

Di lain sisi, keberadaan event ini (yang berlabel internasional dan melibatkan artis2 nasional) ternyata memberikan efek kejut yang luar biasa. Di warung warung hal ini selalu menjadi perbincangan hangat dan di dunia maya pamornya lebih hebat lagi. Saya bisa membayangkan ketika besok acara berjalan maka akan ada ribuan momen yang tersebar di sosial media. Saya yakin seyakin yakinnya termasuk saya tentunya. Sudah bukan hal yang rahasia jika sosmed seolah menjadi tumpuan eksistensi individualistis manusia maka tak ada yang salah tentunya dengan hal tersebut.

Maka, tulisan ini hanya melirik dimensi sebab akibat yang begitu mendunia dalam ruang masyarakat Sekotong. Hal ini tentunya mebjadi semacam froud of system yang smoga saja bukan hanya hegemoni sesaat. Karena setelah event ini, saya masih berharap setiap sore saya dan masyarakat lainnya masih gemar lari sore untuk meningkatkan kesehatan. Saya juga akan terus berharap bahwa di warung warung masih banyak yang membicarakan destinasi2 wisata yang sudah septutnya dijaga demi anak cucu kelak sehingga Sekotong tak lagi dicap sebagai wilayah terisolir alias “gawah” .
Semoga saja…
Aaamiin

#sekotongmendunia

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.