Kedekatan Warganet Dengan Kadispar NTB Dalam Blogger Camp

by Emen Ardiansyah

Genpilomboksumbawa.com, Mandalika – Sebagai rangkaian dari kegiatan Pesona Mandalika Bulan Pesona Lombok Sumbawa 2017, Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Lombok Sumbawa mengadakan kegiatan Blogger Camp yang bertempat di Pantai Seger, di kawasan mandalika pada sabtu-minggu, 26-27 Agustus 2017.

Tidak hanya diikuti oleh blogger yang berasal dari Pulau Lombok, tapi kegiatan ini juga diikuti oleh blogger asal Pulau Sumbawa yang sengaja bertandang ke Pulau Lombok hanya untuk mengikuti kegiatan ini.

Rangkaian kegiatan blogger camp diawali dengan kegiatan diskusi. Dalam diskusi ini turut hadir Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yaitu Bapak H. Lalu Moh. Faozal. Dalam sambutannya, Pak Faozal sangat mengapresiasi para peserta yang menyempatkan hadir dalam kegiatan malam itu sekaligus menyampaikan harapannya terkait keberadaan para warganet di NTB.

“Dinas pariwisata mengakui keterbatasan yang ada, terutama terkait peran kami dalam dunia digital. Maka dari itu, saya sangat mengharapkan agar teman-teman yang hadir di sini malam ini mampu membantu kami dalam memajukan pariwisata NTB melalui digital. Teman-teman memiliki peran strategis yang tidak bisa dilakukan kami Dinas Pariwisata”, ungkap Pak Faozal.

Dalam sesi diskusi, perwakilan dari Sumbawa dan Lombok diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasi atau keluhannya kepada Bapak Faozal. Sumbawa diwakili oleh Subhan yang merupakan blogger, dan Lombok diwakilkan oleh Ahyar yang berasal dari Pokdarwis Sugian.

“Saya sangat mengapresiasi Dispar Provinsi yang pada akhirnya mau memberikan dukungan terhadap pelaksanaan Festival Pesona Moyo di Kebupaten Sumbawa. Karena pada tahun ini, Pariwisata Sumbawa terlihat begitu bergairah dan semua itu tidak lepas dari dukungan Dispar Provinsi”, Ucap Subhan.

Selanjutnya, ahyar yang berasal dari Sambelia menyampaikan masalah yang dialaminya kepada Kadispar. Masalah yang sedang dialami adalah terkait dengan keberadaan investor di dua pulau di kawasannya yaitu Pulau Lawang dan Pulau Sulat, yang dipandangnya dapat mempengaruhi aktivitas pokdarwis sugian. Untuk itu dia meminta solusi dari Dinas Provinsi terkait hal yang sedang dialaminya tersebut.

Kedua aspirasi tersebut pun selanjutnya dijawab langsung oleh Pak Faozal. Untuk Sumbawa, beliau menyampaikan terus mendukung perkembangannya. “Dinas Provinsi memiliki misi ketika pelaksanaan Festival Pesona Moyo yang kemudian akan membantu perkembangan pariwisata Sumbawa. Ada 4 hal yang akan kami (Provinsi) lakukan, yaitu membentu ASITA, PHRI, GenPI dan BPPD Sumbawa. Keempat organisasi ini akan membantu pariwisata Sumbawa untuk terus berkembang”

Untuk menanggapi masalah yang dialami Pokdarwis Sugian, Pak Faozal mengharapkan adanya pertemuan lanjutan untuk membahas masalah tersebut. Dan pertemuan tersebut beliau ajukan untuk dilaksanakan di Kantor Dinas Pariwisata NTB.

Sebelum diskusi ditutup dan sebelum Pak Faozal meninggalkan lokasi kemah, terdapat beberapa masukan yang disampaikan peserta kemah yang ditujukan kepada Pak Foazal untuk membantu mengembangkan Pariwisata NTB. Salah satunya adalah terkait optimasilisasi penggunaan youtube dan terkait endorsement.

Setelah Pak Faozal meninggalkan lokasi, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi terkait GenPI dan keesokan harinya terdapat beberapa rangkaian kegiatan tambahan seperti zumba di pagi hari, kegiatan rally photo dan bersih-bersih area sekitar perkemahan.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.