Dari Desa Wisata Hingga Indahnya Senja Di Bukit Merese Tutup Famtrip GenPI Lombok Sumbawa

by Emen Ardiansyah

Genpilomboksumbawa.com, Lombok – Rangkaian Familiarization Trip (Famtrip) Genpi Lombok Sumbawa terus berlangsung hingga hari kedua (02/12/2018). Masih mengusung tagar #GenPILSPiknik, di hari kedua rombongan famtrip menapaki perjalanan menuju kawasan Lombok Tengah dengan target kunjungan yaitu Desa Wisata.

Setidaknya terdapat empat desa wisata yang dikunjungi oleh rombongan Famtrip GenPI Lombok Sumbawa. Dimulai dengan kunjungan awal di Desa Wisata Hijau Bilebante dengan obyek utama yaitu Pasar Pancingan. Pasar Pancingan sendiri merupakan Destinasi Digital yang diaktivitasi oleh GenPI Lombok Sumbawa, dan dalam kunjungan ini dimaksudkan untuk mengenalkan secara langsung keadaan Pasar Pancingan kepada para rombongan Famtrip terutama bagi peserta famtrip yang belum pernah sama sekali mengunjungi Pasar Pancingan.

Pasar Pancingan merupakan salah satu dari sekian banyaknya Destinasi Digital yang ada di Indonesia, dan bisa dikatakan sebagai salah satu Destinasi Digital tertua GenPI yang telah beroperasi selama satu tahun. Destinasi Digital yang menyediakan kuliner serta area pemancingan ini juga telah dikunjungi oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya saat melakukan kunjungan kerja di Pulau Lombok beberapa waktu lalu.

Setelah menikmati suguhan hiburan dan atraksi yang ada di Pasar Pancingan, selanjutnya rombongan Famtrip mengunjugi Desa Wisata Sukarara yang merupakan salah satu sentra kain tenun asli Lombok. Patuh Gallery merupakan titik kunjungan rombongan famtrip selama di Desa Sukarara. Di Desa ini, selain sangat mudah bagi wisatawan untuk menemukan penenun serta galeri pajangan kain tenun. Begitu pula dengan Patuh Gallery, selain menjual beragam kain tenun, di sini wisatawan juga dapat melihat secara langsung proses pembuatan kain tenun. Yang menarik dari tempat ini adalah, juga disediakannya layanan pemakaian pakaian adat Sasak secara gratis untuk keperluan berfoto bagi para pengunjung.

Layanan berfoto menggunakan pakaian adat Sasak dengan latar belakang rumah sasak menjadi hal yang paling diminati dan dinikmati oleh rombongan famtrip. Selain berbelanja, melihat proses menenun, sebagian waktu dimanfaatkan untuk berfoto dengan menggunakan pakaian adat sasak ini.

Beranjak dari Sentra Tenun Sasak, selanjutnya rombongan beralih ke Sentra Gerabah di Desa Wisata Penujak. Konon katanya, menurut pengakuan pemandu wisata setempat, Desa Penujak merupakan desa pertama di Pulau Lombok yang memroduksi Gerabah baru kemudian berkembang di desa lainnya di Pulau Lombok.

Di Desa ini rombongan Famtrip disambut secara meriah oleh kelompok pemain Gamelan dengan lantunan musik Sasak sebelum kemudian rombongan mengelilingi beberapa titik pembuatan gerabah di Desa Penujak dan mengunjungi galeri hasil kreasi dari Gerabah yang diperoleh oleh para pengrajin yang ada di Desa Penujak.

Desa Wisata terakhir yang dikunjungi oleh rombongan famtrip adalah Desa Wisata Sasak Ende. Berlokasi sangat strategis dan dapat menjadi destinasi alternatif sebelum menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kuta Lombok Tengah. Desa Sasak Ende menyajikan wisata budaya sebgai atraksi utamanya. Di Desa Sasak Ende, kehidupan masyarakat masih memegang teguh prinsip leluhur. Rumah adat asli suku sasak, nilai-nilai sejarah Peresean, serta nilai-nilai leluhur lainnya akan diceritakan secara rinci oleh pemandu wisata di desa ini.

Di Desa Sasak Ende, rombongan famtrip melihat secara langsung keadaan rumah asli Suku Sasak yang fenomenal karena metode pembersihannya yang masih menggunakan ‘kotoran sapi’. Lalu kemudian para rombongan dihibur dengan pertunjukan Gendang Beleq – alat musik tradisional Suku Sasak serta pertunjukan Peresean baik oleh prefesional, anak-anak hingga pengunjung sendiri. Sebelum akhirnya rombongan menghabiskan waktunya di kawasan Mandalika.

Putihnya pasir pantai Kuta Mandalika serta indahnya pemandangan mentari senja dari Bukit Merese menjadi titik akhir yang sekaligus menutup perjalanan panjang kegiatan famtrip GenPI Lombok Sumbawa.

Di titik yang sama di mana Presiden Joko Widodo membuat vlog bersama Gubernur Nusa Tenggara Barat (kala itu) menjadi titik berfoto bagi para rombongan famtrip. Tak sedikit pula peserta yang mengadikan momen dengan latar belakang ombak pantai kuta atau batu karang yang ada di tepi pantai. Keadaan Pantai Kuta Mandalika yang merupakan salah satu dari 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Republik Indonesia ini benar-benar memanjakan para rombongan famtrip.

Mendekati waktu terbenamnya mentari, rombongan famtrip berpindah ke Bukit Merese. Masih dalam kawasan Mandalika, bukit ini menyajika pemandangan alam yang sangat indah. Dari arah timurnya, menyajikan hamparan garis pantai yang indah dan birunya laut dengan deburan ombaknya. Sedangkan di sisi yang berlawanan, indahnya cahaya mentari yang akan terbenam sangat memanjakan setiap orang yang berkunjung ke Bukit ini.

Menikmati senja dari Bukit Merese merupakan suatu penutup dari perjalanan panjang yang sangat sempurnya. Mengadikan momen dengan latar belakang matahari terbenam dilakukan peserta famtrip hingga hari mulai gelap dan selanjutnya perjalanan dilanjutkan dengan ditutup oleh menyantap kuliner khas Lombok yaitu Sate Rembiga di Kota Mataram.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.