Festival Pesona Mantar, Penguatan Mantar Sebagai Desa Budaya

by Emen Ardiansyah

Genpilomboksumbawa.com, Sumbawa Barat – Festival Pesona Mantar kembali digelar. Festival yang telah memasuki tahun ketiga pelaksanaannya ini semakin pede menunjukkan potensi wisata yang ada. Berbeda dengan pelaksanaan pada tahun sebelumnya, tahun ini Festival Pesona Mantar lebih mendekatkan pengunjung dengan potensi yang ada di Desa Mantar, terutama potensi budayanya.

Berlangsung pada minggu (09/12/2018), rangkaian kegiatan Festival Pesona Mantar diawali dengan eksplorasi budaya dan aktivitas masyarakat Desa Mantar. Sejak pagi harinya, sebagian besar masyarakat Desa Mantar telah menyibukkan diri dengan aktivitas pendukung Festival Pesona Mantar, mulai dari pertunjukkan permainan tradisional bagi anak-anak, pertunjukkan Ratib, aktivitas nyesek atau menenun, hingga pagelaran tari.

Menurut Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwiata Kabuaten Sumbawa Barat (Kadisbudpar KSB), Konsep ini memang sengaja dibuat sedikit berbeda dengan pelaksanaan Festival Pesona Mantar pada tahun sebelumnya, karena diharapkan adanya penguatan branding yang dimiliki oleh Desa Mantar sebagai Desa Budaya.

“Konsep ini memang berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, kita akan lebih banyak melibatkan masyarakat karena kita ingin agar Desa Mantar ini mampu dikenal oleh masyarakat luas sebagai Desa Budaya. Maka dari itu, rangkaian Festival Pesona Mantar akan lebih menekankan pada pagelaran budaya yang sesuai dengan potensi Desa Mantar”, aku Kadisbudpar yang akrab disapa Sumbawanto ini.

Setelah seluruh rangkaian kegiatan di perkampungan warga usai, selanjutnya kegiatan yang juga dihadiri oleh Sekretaris Daerah (Sekda) KSB ini dipusatkan di area Pamanto atau lebih dikenal dengan area landasan olahraga paralayang. Dari perkampungan warga, Sekda yang didampingi oleh Kadisbudpar berjalan menuju pamanto dengan diikuti oleh kurang lebih 100 orang warga dengan membawa Pasaji’ di atas kepalanya.

“Masyarakat yang membawa pasaji’ dengan beragam makanan di dalamnya merupakan bagian dari ucapan rasa syukur atas pelaksanaan Festival Pesona Mantar. Biasanya pasaji’ ini merupakan bagian ritual masyarakat terkait aktivitas yang berhubungan dengan pertanian di Desa Mantar”, lanjut Sumbawanto yang ditemui sebelum kegiatan berlangsung.

Hal menarik lainnya yang diungkapkan Kadisbudpar terkait konsep Festival Pesona Mantar yang mengarah pada penguatan Mantar sebagai Desa Budaya adalah adanya penampilan tarian di area Pamanto dengan latar belakang pemandangan yang indah dari ketinggain +600 mdpl yang menampakkan pemandangan lautan dan Gili Balu’ yang juga begian dari destinasi pariwisata favorit di Kabupaten Sumbawa Barat.

“Karena kita ingin menjadikan Mantar sebagai Desa Budaya, jadinya seluruh penampilan budaya akan berlangsung di pamanto dengan latar belakang pemandangan yang indah salah satunya adalah pemandangan laut dan gili balu”. Tutup Sumbawanto

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.