Gili Megibung Dekatkan Wisatawan dengan Budaya Lombok

by Emen Ardiansyah

Genpilomboksumbawa.com, Gili Trawangan – Sabtu (23/03/2019) tokoh adat serta masyarakat Lombok Utara menggelar kegiatan “Gili Megibung”. Kegiatan yang pelaksanaannya dipusatkan di Gili Trawangan ini bertujuan untuk menjalin silaturahmi antara masyarakat lokal dengan para pendatang baik itu yang menjadi pelaku usaha pariwisata maupun para wisatawan. Kegiatan Gili Megibung ini dihadiri oleh Kepala Desa dan Kepala Dusun dari 3 Gili, Tokoh Agama, Tokoh Adat, Pelaku Usaha di Wilayah tiga Gili, masyarakat lokal, serta wisatawan. 

Rangkaian acara Gili Megibung dimulai dengan Arak-Arakan Dulang, dimana sejak pagi hari masyarakat telah berbaris dengan mengenakan Pakaian Adat Suku Sasak dan diiringi alunan musik Gendang Beleq. Tidak hanya masyarakat, namun wisatawan serta media yang terlibat pun juga turut mengenakan pakaian adat Sasak.

Dalam arak-arakan dulang, terlihat para Dedare (sebutan bagi gadis asli Lombok) membawa Dulangyang diletakkan di atas kepalanya sembari berjalan dengan menempuh jarak sekitar 100 meter menuju lokasi kegiatan. Di barisan depan arak-arakan ini diisi oleh para tokoh agama dan tokoh masyarakat, kemudian juga diikuti oleh anak-anak muda serta wisatawan baik nusantara maupun mancanegara.

Di Lokasi utama, ketika rombongan Arak-arakan dulang tiba, kemudian prosesi selanjutnya yang dilakukan adalah Prosesi Serah Terima Dulang, di mana terdapat rombongan yang menerima Dulang yang dibawa dengan saling bertutur sapa dengan dengan Bahasa asli Suku Sasak.

Dari rombongan arak-arakan, terlihat satu orang perwakilan tokoh adat yang mengutarakan maksud kedatangannya.

“tujuan kedatangan kami tempat ini adalah untuk mengantarkan sesaji yang akan dimakan secara bersamaaan (megibung) dengan harapan Tuhan melihat kebersamaan masyarakat Gili Trawangan yang rukun,  sehingga mengembalikan kondisi Gili Trawangan yang aman, nyaman, damai, seperti semula. Ramai dengan kunjungan wisatawan dan jauh dari musibah”

Yang kemudian dibalas oleh perwakilan tokoh adat dari pihak yang menerima,

“kami menerima dengan senang hati dan semoga apa yg diharapkan kita semua dapat terkabulkan”.

Setelah Prosesi serah terima dulang, kemudian kegiatan dilanjutkan dengan duduk Bersama sembari mendengarkan pemaparan terkait Prosesi Megibung yang disampaikan oleh salah satu Ketua Adat, yaitu Datu Artadi.

Dalam paparannya juga turut dikemukakan bahwa kegiatan Gili Megibung ini juga merupakan salah satu cara untuk mengenalkan aktivitas masyarakat Suku Sasak yaitu Megibung, kepada wisatawan nusantara maupun mancanegara. Setiap bagian dari prosesi yang ada dijelaskan dengan runut agar para pengunjung juga mampu memahami makna dari pelaksanaan Prosesi Megibung ini.

Setelah mendengarkan pemaparan terkait filosofi Megibung, kemudian para pengunjung duduk bersama dengan melingkari satu buah dulang (berisi makanan) yang kemudia disantap secara bersama dengan gaya tradisional yaitu menggunakan tangan tanpa bantuan sendok.

Setelah proses megibung usai, kegiatan dilanjutkan dan ditutup dengan penampilan hiburan tradisional asli Suku Sasak seperti Cupak Gurantang, Gamelan serta Tari Kendang (Kecopak). 

You may also like

Leave a Comment