Optimasi Promosi Desa Wisata Lombok Tengah Via Blogging dan Videophone

by bunsal

Selasa, 27 Agustus 2019, Dinas Pariwisata Lombok Tengah dan GenPI Lombok Sumbawa kembali bersinergi. Satu acara bertajuk ‘Temu Mitra Pariwisata – Sinergitas Pengembangan Promosi Desa Wisata Melalui Media Sosial’. Acara ini dikemas dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD), dihadiri perwakilan para pengurus desa-desa wisata se kabupaten Lombok Tengah. FGD dilaksanakan di Hotel Grand Royal, kota Praya, dimulai pada pukul 8 pagi sampai 12 siang.

Acara dibuka dengan doa bersama, dilanjutkan sambutan sekaligus resmi membuka FGD selama setengah hari ini. Kadispar Lombok Tengah, H.L. Putrie kembali mengingatkan pentingnya sinergitas di pentahelix kepariwisataan. Kerja bersama dari pemerintah, akademisi, masyarakat umum, media online pun cetak, serta pelaku langsung industri kepariwisataan. Salah satu sinergi yang terjalin, Dispar Loteng telah sepakati MOU dengan Universitas Mataram, terkait program promosi pengembangan pariwisata di Lombok Tengah.

Peserta FGD Dispar Lombok Tengah.

Dua materi utama FGD dilakukan pihak Dispar Loteng dan GenPI Lombok Sumbawa. Lalu Zulfa Halim, Kepala Bidang Promosi Dispar Lombok Tengah (Loteng), menyampaikan materi ‘Perkembangan  Pariwisata Desa Wisata’. Miq Zulfa – panggilan akrab kabid dispar loteng ini, menekankan materinya pada motivasi. Terutama  motivasi untuk memaksimalkan pemanfaatan IT, baik dalam pengelolaan serta promosi pengembangan desa wisata itu sendiri.

Materi berikutnya, dua presentasi dari tim GenPI Lombok Sumbawa. Yang pertama, pengenalan pembuatan blog, dilanjutkan tutorial sederhana pembuatan video di mobile phone. Dua materi ini menargetkan agar para pengelola desa-desa wisata, semakin memaksimalkan sosial media sebagai promosi potensi mereka masing-masing.

FGD sekaligus praktik pembuatan blog promosi potensi desa wisata dari tim GenPI Lombok Sumbawa

Di proses diskusi, sembari mempraktekkan materi pembuatan blog serta foto atau video mobile phone, 50 lebih peserta FGD antusias berperan. Indra Cahyadi, dari pokdarwis desa Tanaq Beak Loteng, misalnya. Ia semangat mempromosikan potensi desa wisatanya, yaitu mengkhususkan diri di geowisata. Termasuk juga potensi lain, seperti geologi, geodiversity serta budaya.

Hasil praktek pembuatan blog, memunculkan kabar-kabar unik dari beberapa desa wisata. Diantaranya, sentra gerabah di desa Penujak. Ada pula update foto lokasi dari potensi  lokasi wisata, spot camping ground berskala internasional dari desa wisata Lantan, Loteng.

Sinergi melalui materi-materi yang disampaikan di FGD hari ini, diharapkan memunculkan hal-hal unik dari belasan desa wisata yang ada di Lombok Tengah. Pada akhirnya nanti, bisa memantaskan Lombok Tengah sebagai destinasi wisata berkelas dunia. Di samping dua ikon internasional yang sudah eksis, yaitu bandara dan sirkuit Moto GP di KEK Mandalika.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.