PetualanganPulau Lombok

Mengexplore Pantai Pangsing : Buwun Mas, Sekotong

Happy Weekend pembaca setia genpilomboksumbawa.com !!!

Pembaca setia website ini sudah banyak belum ya ?. Acungkan tangan bagi yang merasa sering kepoin website kebanggaan milik Genpi Lombok Sumbawa (Genpi LS) ini. Nanti siapa yang sering kepo dan rajin menshare, dapat hadiah dari si penulis. Hadiahnya rahasia dulu, hahahaha.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya Hari Sabtu pagi saya bersama tim Genpi LS mengadakan touring kecil-kecilan ke wilayah Sekotong, Lombok Barat. Tujuan kegiatan ini untuk mensurvei lokasi yang kabarnya akan dijadikan lokasi merayakan Ulang Tahun Genpi LS yang ketiga. Gak terasa ya sudah tiga tahun Genpi LS mengibarkan benderanya mempromosikan pariwisata NTB.

Kenapa Sekotong yang dipilih ?

Kalian tahu gak Sekotong memiliki destinasi-destinasi keren. Hanya saja dulunya, Sekotong kalah pamor dengan Pantai Kuta Mandalika, Lombok Tengah. Gunung Rinjani dengan Danau Segara Anak di Lombok Timur dan Gili Trawangan di Lombok Utara. Tapi sekarang Sekotong menjadi wilayah yang diimpi-impikan oleh para travelers yang liburan ke Pulau Lombok. Gak hanya satu atau dua destinasi keren yang ada di wilayah Sekotong, tapi hampir puluhan banyaknya. Apa saja itu, yuuk kepoin terus genpilomboksumbawa.com !

Sekotong merupakan sebuah kecamatan yang berada di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi NTB. Berbatasan langsung dengan Kabupaten Lombok Tengah pada bagian timur. Sekotong terbagi menjadi tiga wilayah, antara lain; Sekotong Barat, Sekotong Tengah dan Sekotong Timur.

Bisa ditempuh 1 jam perjalanan dari Kota Mataram, 30 menit  dari Pelabuhan Lembar dan 1,5 jam dari Bandara Internasional Lombok. Alat transportasi yang bisa gunakan yaitu Bus Damri dari Pool Damri yang berada di Sweta, Kota Mataram. Bus Damri ini melayani rute Kota Mataram menuju Bangko-Bangko, wilayah paling ujung barat dari Kecamatan Sekotong. Untuk jam keberangkatan, bisa cek langsung ke kantor Damrinya. Selain itu kalian bisa menggunakan kendaraan pribadi atau sewa.

Untuk kondisi jalannya, kalian gak perlu khawatir. Jalur dari Kota Mataram sampai di wilayah Sekotong hampir semuanya aspal mulus. Memiliki jalur yang cocok sekali untuk touring atau gowes. Ingin mencoba, monggo dicoba suatu saat nanti.

Memiliki pemandangan yang indah dan alami. Apalagi melihat deretan perbukitan dan garis pantai cantik khas Pulau Lombok. Berpasir putih dengan ratusan pohon kelapa, membawa kita ke surganya Pulau Lombok.  Belum lagi penampakan bawah lautnya juga mempesona. Berbagai jenis terumbu karang dan biota laut bisa kita temukan disini.

Tujuan kami kali ini menuju sebuah destinasi baru yang katanya memiliki pemandangan yang keren dan belum banyak yang mengexplore.  Jika pada trip sebelumnya tim Genpi LS sudah mengexplore beberapa gili di Sekotong Barat, untuk kali ini Buwun Mas menjadi opsi buat kami explore. Tapi sebelum sampai, singgah dulu di Loezawa Tourist Information Center. Pemiliknya bernama Kak Loezawa. Beliau adalah penggiat pariwisata yang termasuk member Genpi LS juga. Kak Loezawa ini pentolan pejuang pariwisata  Sekotong yang saat ini menjabat sebagai Anggota Dewan Kabupaten Lombok Barat.

Disana kami beristirahat sejenak, berbincang-bincang dengan beliau dan menikmati secangkir kopi Lombok yang menggoda keharumannya.  Beberapa hal yang asyik kami perbincangkan, salah satunya mencari ramuan jitu untuk memperkenalkan Genpi LS ke masyarakat Sekotong khususnya masyarakat yang tinggal di dusun-dusun pelosok.

Waktu sudah semakin siang, kami bergegas menuju lokasi tujuan kami. Lokasi pertama yaitu Pantai Nambung. Berada di paling ujung timur wilayah Sekotong. Pantai Nambung ini sangat ikonik dengan air terjun asinnya. Dan garis pantainya merupakan perbatasan Kabupaten Lombok Barat dengan Lombok Tengah. Gak banyak yang bisa diceritakan tentang pantai ini. Pantai Nambung menjadi destinasi pilihan kedua apabila lokasi pertama gak jadi.

Selesai mengeksplorasi Pantai Nambung, kami bergeser ke pantai lainnya. Jalannya cukup bagus dan ada beberapa ruas jalan baru yang sedang dibangun. Menghubungkan jalan utama dengan destinasi pantai.

Terik matahari Sabtu siang itu membuat kami terpacu untuk semakin mengeksplore keindahan beberapa pantai yang kami lewati. Gak begitu jauh dari Pantai Nambung, kami sudah tiba pertigaan menuju Pantai Pangsing. Jalurnya masih tanah berdebu dan tampaknya sedang ada pengerjaan. Kita doakan saja, beberapa bulan kedepan jalurnya sudah bagus.

Setelah melalui jalan tanah, kami sampai di sebuah perkampungan nelayan. Gak jauh dari perkampungan nelayan, kami melihat sebuah pantai yang cukup tenang. Beneran tenang tanpa ada deburan ombak.  Inilah yang dinamakan Pantai Pangsing. Pantai ini sangat tenang karena berada di teluk yang sepi. Air laut disini sangat jernih airnya, bewarna hijau ke biru-biruan. Dengan panorama mangrove di ujung sebelah timur pantai.

Cocok sekali buat kalian yang sedang mencari tempat untuk menenangkan diri dan ingin menjauh dari hingar bingarnya ibukota. Untuk sinyal handphone, hanya beberapa sinyal operator saja yang kencang disini. Jadi harap bersabar buat kalian yang datang kesini dan ingin eksis di dunia medsos, tapi sinyal gak ada.

Cukup lama kami disini. Berjalan kaki menyusuri bagian barat dari Pantai Pangsing. Terik matahari pun gak terasa karena angin pantai yang sepoi-sepoi menyentuh kulit. Disana ada sebuah villa keren lhoo. Katanya sih pemiliknya dari Jepang. Tapi ketika kami singgah untuk berteduh, kami melihat penjaganya. Bapak penjaganya hanya tersenyum dari kejauhan saja kea rah kami.

Gak jauh dari villa tersebut, kami bertemu dengan anak-anak kecil yang sedang memanjat pohon kelapa untuk mengambil kepala muda. Keliatannya sangat segar, akhirnya kami mengupah mereka untuk mengambilkan kami kelapa muda. Baik banget anak-anak tersebut. Sangat ramah kepada kami.

Pantai Pangsing ini sangat cocok sekali dijadikan tempat ngecamp. Memiliki pasir berwarna putih, air lautnya yang tenang, warga desanya yang sangat ramah dan terpenting penampakan teluknya yang keren. Dari kejauhan kami melihat kapal-kapal nelayan dan perbukitan Buwun Mas.

Waktu gak terasa sudah sore saja. Kami segera meninggalkan Pantai Pangsing. Saat kami balik, ternyata kita bisa menggunakan perahu menuju dusun seberang. Tim kami dibagi 2. Ada yang menggunakan jalur darat dan ada yang menyeberang dengan perahu sambil mengeksplorasi mangrove disepanjang teluk sepi. Hanya memakan waktu 15 menit, perahu kami sudah menyeberang ke Dusun Sepi. Salah satu dusun di Desa Buwun Mas yang menawarkan berbagai panorama seru seperti Buwun Mas Hill.

Gak terasa mengexplore Pantai Pangsing,perut pun gak bisa dinego. Kami lapar dan segera mencari makan siang. Sajian ikan segar khas masakan warga siap untuk disantap. Oh ya pantai disepanjang Sekotong ini kaya akan berbagai jenis ikan, khususnya tuna dengan ukuran yang beragam. Tuna bakar dicolek sambel mentah khas Lombok tentu sangat menggoda.

Setelah kenyang, kami dari tim Genpi LS melanjutkan perjalanan balik ke Kota Mataram. Ceritanya belum selesai lhoo ya. Ditunggu kelanjutannya bila Pantai Pangsing dipilih untuk tempat merayakan HUT Genpi LS yang ketiga. Minta doanya demi kelancaran acara besok.Amin.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button