EventSeni Budaya

Seni Khas Sumbawa Barat Di Festival Taliwang 2019

Lulus kurasi tim Calendar of Event (CoE) Kementerian Pariwisata RI 2020, Festival Taliwang (FT) 2019 siap digelar. Event 12 hari, akan dilaksanakan mulai dari tanggal 13 Nopember, sampai dengan 24 Nopember mendatang. Hari ini, bertempat di Golden Palace Hotel, dilangsungkan Sosialisasi FT 2019, Senin (4/11, 2019). FT 2019 sebelumnya telah dilaksanakan rutin sembilan kali dan tahun depan, event yang sekaligus juga merayakan ulang tahun Pemkab Sumbawa Barat, menjadi satu dari 100 Wonderful Events CoE Kemenpar se-Indonesia.

Pada sambutan yang disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadispar) Provinsi NTB, menyebutkan FT menjadi satu event terbaru Indonesia yang masuk CoE Kemenpar 2020. Untuk ini, LM. Faozal, Kadispar NTB mengingatkan beberapa poin penting. Diantaranya, bisa dimulai dari bentuk-bentuk promosi event, dimana harus menyesuaikan dengan tuntutan pasar di era digital seperti saat ini. Di satu sisi, Kadispar Provinsi NTB menghargai semangat tinggi dari jajaran Dispar Sumbawa Barat. Bentuk semangat yang bisa menjadi latar, eksisnya banyak event-event pariwisata di Lombok serta Sumbawa.

Sambutan dan membuka resmi acara Sosialisasi Festival Taliwang 2019
Sambutan dan membuka resmi acara Sosialisasi Festival Taliwang 2019

Setelah resmi dibuka oleh Kadispar Provinsi NTB, sosialisasi rangkaian lengkap acara FT 2019, disampaikan Asisten Sutradara, Pincuk Suroto, mewakili Dr. Eko Suprianto ( Sutradara) yang berhalangan hadir. Tim dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Jawa Tengah, ini membantu mengemas seni budaya khas Sumbawa Barat, yang dipertunjukkan selama festival.

Tim ISI Surakarta, sejatinya kelompok seni idealis. Namun kemudian, dalam proses menjadi partner dari sekian banyak event pariwisata, termasuk event-event yang masuk di CoE Kemenpar, akhirnya banyak unsur-unsur dunia kepariwisataan yang harus juga dilibatkan.

Salah satunya, ketika satu pertunjukan seni yang atraktif mampu memberikan kesan mendalam, selanjutnya para penonton akan mendapatkan kenangan khusus tentang  event tesebut. Kenangan inilah, yang kemudian bisa menonjolkan satu potensi pariwisata, di lokasi tempat event tersebut berlangsung. Demikian sebagian pertimbangan, yang kemudian melatari Tim ISI Surakarta, memilah dan memastikan tarian-tarian serta acara budaya yang dihadirkan selama 12 hari.

Asisten Sutradara, Pincuk Suroto, mewakili Tim ISI Surakarta
Asisten Sutradara, Pincuk Suroto, mewakili Tim ISI Surakarta

Kembali pada FT 2019, beberapa pertunjukan seni budaya khas Sumbawa Barat yang dihadirkan, berlangsung hampir sepanjang pelaksanaan event. Misal, Sarasehan Budaya Barampok Ano Rawi, akan dilaksanakan pada 20 Nopember 2019. Ada pula pertunjukan Sakeco di atas kerbau.

Dua bentuk pertunjukan seni, yang digali serius oleh tim ISI Surakarta. Lalu akan menjadi seni budaya pertunjukan khas Sumbawa Barat, yang diyakini menjadi magnet dari event FT 2019. Bahkan juga akan menjadi magnet tersendiri, di FT 2020 mendatang.

Di acara selanjutnya, diadakan diskusi, membuka kesempatan para undangan yang hadir berbagi saran atau pun ide terkait FT 2019. Sebagian dari usulan yang diberikan peserta diskusi, pertimbangan khusus terkait cuaca. Di mana, ragam pertunjukan seni budaya dari FT 2019, bisa tetap nyaman dinikmati pengunjung. Mulai dari hari pertama, sampai acara puncak serta hari terakhir festival pada tanggal 24 Nopember nanti.

Akomodasi yang disiapkan untuk pengunjung FT 2019, berada di beberapa desa sekitar lokasi utama. Salah satunya, desa Maluk, sebelumnya telah eksis dikenal sebagai wilayah yang ramai. Terutama oleh aktivitas terkait PT Newmont Nusa Tenggara yang kini telah berganti nama, menjadi PT Amanwana Mineral.

Kadispar Sumbawa Barat merespon baik usulan, sharing dan ide dari peserta di sesi diskusi
Kadispar Sumbawa Barat merespon baik usulan, sharing dan ide dari peserta di sesi diskusi

Kondisi ini bisa menjadi salah satu alasan lain, penyebab datangnya para pengunjung di event FT 2019. Di mana para mantan karyawan perusahaan besar ini, juga perusahaan-perusahaan partner lain, serta keluarga besar mereka, bisa menjadikan FT 2019 sebagai satu event khusus. Untuk mereka ‘mudik’, sekaligus menikmati bersama semua rangkaian acara festival ini.

Sharing berikutnya masih di sesi diskusi, point-point yang dikemukakan semakin beragam. Termasuk, promosi jauh-jauh hari yang ditekankan oleh ASITA NTB dan GenPI Lombok Sumbawa. Kuliner khas dan  kebersihan selama pelaksanaan event, dari Ketua PHRI NTB dan ASTINDO. Ada pula, sisi keberlanjutan event, baik dari ragam pertunjukan seni budaya, juga nilai-nilai tradisi khas dari Sumbawa Barat. Point ini diingatkan oleh Ketua PUTRI NTB.

Ir. Gusti Bagus Subawanto, Kadisparbud Sumbawa Barat, merespon positif semua sharing, usulan dan pengingatan point-point dari para peserta diskusi. Untuk apresiasi lebih spesifik, para pelaku pariwisata yang hadiri sosialisasi, ditantang membuat dan menjual paket wisata yang kunjungi FT 2019. Yang berhasil menjual paket wisata terbanyak, akan diberikan hadiah istimewa.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button