Event

Bimtek Kemenparekraf RI di Sesaot Lombok

Narmada, Lombok. Kemenparekraf (kemarin Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif) RI menggelar BimTek (Bimbingan Teknis) selama dua hari. Rabu 4 Nopember di Desa Batu Kumbung, kecamatan Lingsar, Lombok Barat. Kamis 5 Nopember di Desa Sesaot, kecamatan Narmada, masih di kabupaten yang sama.

Bimtek ini menyasar 100 pelaku Ekraf, masing-masing berasal dari tiga desa terdekat dari lokasi pelaksanaan. Khusus di Desa Sesaot, peserta datang dari Desa Sesaot sendiri, Desa Pakuan dan Desa Buwun Sejati. Bimtek diadakan untuk meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia), utamanya dalam pemasaran produk-produk Ekraf mereka.

Praktek di Bimtek Kemenparekraf RI di Lombok

BACA LAGI: Taman Miring di Desa Sesaot

Rasa Bangga Pada Daerah Sendiri

Hadir dalam pembukaan Bimtek Kemenparekraf RI di Lombok ini, Direktur PSDM (Pengembangan Sumber Daya Manusia) Ekonomi Kreatif Kemenparekraf RI Muh. Ricky Fauziyani, Kadispar Lobar H. Saepul Akhkam, Camat Narmada M. Busyairi dan Kepala Desa Sesaot Yuni Hariseni.

Dalam sambutannya, Direktur PSDM menyatakan, pengembangan suatu daerah dimulai dengan memiliki rasa bangga dulu terhadap potensi dan kekayaan di daerahnya sendiri.

“Siapa yang akan mau lihat daerah kita, kalau kita sendiri nggak bangga dengan daerah sendiri?” Demikian pernyataan Ricky.

Ia juga menambahkan, kehadiran banyak platform digital di masa ini, bisa dioptimalkan untuk pemasaran produk-produk Ekraf dari para peserta Bimtek. Cara ini menjadi pilihan terbaik, karena bisa dilakukan dengan smartphone.

“Kita tidak perlu lagi berjualan di pinggir jalan. Untuk itu, penting sekali jika kita memanfaatkan smartphone, baik sebagai alat pemasaran digital, juga sarana menimba banyak informasi positif,” imbuhnya.

Optimalkan Kekayaan Alam di Daerah Sendiri

Senada dengan pernyataan Ricky, Kadispar Lobar M. Saepul Akham, juga menghimbau para peserta Bimtek untuk bisa memaksimalkan pemanfaatan kekayaan alam setempat.

“Alam di Desa Sesaot ini adalah kekayaan yang dikarunikan Tuhan kepada kita semua. Nah, untuk mensyukurinya, kita bisa dengan memelihara dan mengoptimalkannya menjadi banyak hal yang positif,” demikian disampaikan Akhkam.

Aksi Bersih di Bimtek Kemenparekraf RI di Lombok
Aksi Bersih di Bimtek Kemenparekraf RI di Lombok

Kekayaan alam tersebut, bisa diolah, sehingga masing-masing wilayah (desa) bisa memiliki kepariwisataan yang berkelanjutan. Tidak semata mengandalkan destinasi wisata alam, namun juga wisata-wisata berkelanjutan seperti produk-produk Ekraf.

Usai acara pembukaan, acara dilanjutkan dengan Bimtek SDM Ekraf bertemakan ‘Smartphonegraphy’. Dewi Sartika Bukit, seorang fotografer lulusan Institut Kesenian Jogjakarta, menjadi narsum dan langsung melibatkan peserta bimtek mempraktekkan pengetahuan yang dipresentasikan.

BACA LAGI: Bimtek Sinkronisasi Promosi Pariwisata Terkait MotoGP

Di akhir acara, peserta Bimtek Kemenparekraf RI di Lombok turut membersihkan langsung kawasan Purekmas Desa Sesaot. Aksi bersih ini menjadi satu rangkaian dari program BISA (Bersih, Indah, Sehat dan Aman), yang juga merupakan program Kemenparekraf RI. Kegiatan bersih-bersih ini diawali dengan penyerahan secara simbolis, alat-alat kebersihan oleh Direktur PSDM Ekraf RI kepada Kadispar Lobar.

Ditulis ulang dari berbagai sumber: Muslifa Aseani

Genpi LS

Generasi Pesona Indonesia (Genpi) adalah komunitas volunteer yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata RI. GenPI lahir berawal dari relawan pariwisata Wonderful Lombok Sumbawa yang termotivasi untuk meningkatkan peran digital dalam promosi pariwisata melalui media sosial. Read more...

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button