HomeNews UpdateRakernas IV : Menpar Arief Yahya Optimis Pariwisata Jadi Core Sector Ekonomi  Indonesia

Rakernas IV : Menpar Arief Yahya Optimis Pariwisata Jadi Core Sector Ekonomi  Indonesia

News Update 0 0 likes 48 views share

Genpilomboksumbawa.com, Jakarta – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia mengadakan Rapat Kordinasi Nasional (Rakornas) Pariwisata menjelang penghujung tahun 2017. Rapat kordinasi merupakan kegiatan yang rutin dilakukan oleh Kemenpar guna meningkatkan kordinasi antar para pelaku pariwisata di Indonesia.

Berlangsung di Grand Hall Kota Kasablanka, rapat kordinasi yang telah dilakukan kali keempat ini diikuti oleh perwakilan dari provinsi yang ada di Indonesia dan beberapa tamu undangan yang bersentuhan langsung dengan pariwisata. Menteri Perhubungan Bapak Budi Karya pun terlihat turut menemani Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya dalam Rapat Kordinasi kali ini.

Rakornas ini dibuka dengan penampilan Flashmob Wonderful Indonesia dan langsung dilanjutkan dengan Keynote Speech yang disampaikan oleh Bapak Arief Yahya. Dalam sambutannya, Menteri yang akrab disapa Pak AY ini berusaha meyakinkan pada para hadirin bahwa Sektor Pariwisata, cocok menjadi Core Sector pembangunan Indonesia.

Pada awal paparannya Menpar AY langsung memperlihatkan foto Presiden @Jokowi dengan kutipan statement yang pernah diungkapkan terkait pariwisata.

“Pariwisata saya tetapkan sebagai leading sector. Pariwisata dijadikan sebagai leading sector ini adalah kabar gembira dan seluruh kementerian lainnya wajib mengikuti dan itu saya tetapkan”

Dalam nawacita Presiden Jokowi dan Wakil Presiden 2014-2019 pun pariwisata menempati posisi keempat setelah Food, Energy dan Maritime. Dengan percaya diri, Pak Menteri memperlihatkan kemajuan pariwisata Indonesia yang masuk dalam top-20 fastest growing travel destination in the world (The Telegraph, 2017)

Prestasi – prestasi yang pernah didapat pariwisata Indonesia memancing tepuk tangan para penonton, Bapak Menteri mencoba memberikan informasi bahwa lembaga yang terbaik bukanlah mereka yang mengakui sendiri dirinya memang baik, melainkan diperlukan adanya penilaian dari lembaga yang kredibel terhadap lembaganya.

“Prestasi-prestasi yang didapat ini merupakan sebuah bukti, bahwa apa yang kita kerjakan itu benar-benar terukur. Ini merupakan penilaian dari lembaga-lembaga kredibel terhadap pariwisata Indonesia, bukan penilaian dari kita sendiri” tutur Bapak Menteri.

“Perkembangan pariwisata Indonesia mencapai angka 25,05%. Secara regional ASEAN menyentuh angka 7% dan secara global (UNWTO) perkembangannya 6,4%, bicara perolehan devisa Indonesia pun hingga tahun 2015 lalu, pariwisata masih berada pada posisi keempat sebagai penyumbang devisi terbesar, Namun pada tahun 2016 lalu, Pariwisata telah berada pada posisi kedua sebagai penyumbang devisa terbanyak di Indonesia”, itulah mengapa kita harus percaya diri bahwa Pariwisata cocok untuk menjadi Core Sector di Indonesia.

Selanjutnya, dalam waktu yang singkat, Pak Menteri mencoba memaparkan beberapa hal yang tengah dilaksanakan oleh Kementerian Pariwisata, seperti Go Digital  dan menciptakan beberapa destinasi-destinasi baru yang mengikuti perkembangan pasar.

Setelah menyampaikan pemaparannya, selanjutnya Bapak Menteri langsung membuka secara resmi pelaksaan Rakornas Pariwisata IV. Rakornas Pariwisata ini direncanakan akan berlangsung selama dua hari dari tanggal 12-13 Desember 2017. Dan secara keseluruhan kegiatan ini bermaksud untuk menyamakan visi dan presepsi dalam mensukseskan Visit Wonderful Indonesia 2018.