Berita

Dialog Pariwisata Di Sumbawa, Kadispar NTB : “Sumbawa Harus Bentuk ASITA dan PHRI”

Genpilomboksumbawa.com, Penyaring – Memasuki hari kedua pelaksanaan Festival Pesona Moyo, rangkaian demi rangkaian kegiatan semakin giat dilaksanakan. Setelah kemarin kegiatan pembukaan belangsung meriah di halaman kantor bupati Sumbawa, hari ini senin (11/09) setelah sore hari tadi telah berlangsung kegiatan karnaval atau pawai budaya sumbawa, pada malam harinya kegiatan dilanjutkan dengan Dialog Pariwisata Sumbawa.

Kegiatan Dialog Pariwsata ini berlangsung di lokasi yang cukup jauh dari pusat kota Sumbawa, yaitu di kawasan samawa seaside cottages.

Seperti apa yang telah dijanjikan oleh Bapak Kepala Dinas Pariwisata NTB pada pertemuan-pertemuan sebelunnya terkait dengan salah satu upaya untuk memajukan pariwisata Sumbawa yaitu terkait dengan harus dibentuknya ASITA dan juga PHRI di Kabupaten Sumbawa. Maka pada malam hari ini adalah waktu di mana semua yang diakatakan tersebut coba untuk dilaksanakan.

Kegiatan malam ini dihadiri oleh Kepala Dinas Pariwisata NTB, Wakil Bupati Sumbawa, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa, Ketua ASITA NTB, Ketua PHRI NTB, Perwakilan Hotel di Sumbawa serta pelaku pariwisata yang ada di Kabupaten Sumbawa.

Kadispopar Sumbawa dalam sambutannya mengakui bahwa Sumbawa sangat membutuhkan sentuhan dari provinsi, karena Sumbawa beberapa tahun belakangan ini bergerak tanpa arah dan cenderung tidak searah dengan visi provinsi, maka kami (Sumbawa) butuh arahan dan bantuan dari Dinas Pariwisata Provinsi.

“Pariwisata Sumbawa saat ini coba kita kembangkan, tapi kita harus sadari bahwa kita butuh sentuhan provinsi. Kita harus sadari juga bahwa beberapa tahun belakangan ini kita cenderung berjalan tanpa arah, kita tidak menyesuaikan diri dengan program provinsi, namun saat ini, kita sudah memulai dan terbukti sekarang provinsi telah mulai membantu kami (Dispopar Sumbawa)”, tangkas Pakadispopar Sumbawa.

Selanjutnya, menjawab segala teka-teki pariwisata yang ada di Sumbawa, Kepala Dinas Pariwisata NTB pun mencoba untuk meyakinkan.

“Konsep pariwisata yang ada di Sumbawa harus sama dengan konsep yang kami bangun di Provinsi, harus ada kerjasama dan manajemen yang baik. Stakeholder pariwisata seperti ASITA dan PHRI sangatlah penting, karena ini akan berhubungan dengan garis kordinasi yang ada. Untuk itu, kami harapkan dalam dialog malam hari ini kita bias membentuk ASITA dan PHRI kabupaten Sumbawa, baru selanjutnya dilanjutkan dengan BPPD Kabupaten Sumbawa”, ucap Pak Faozal.

Bapak Wakil Bupati yang menyempatkan diri untuk hadir pada malam hari itu pun turut menyampaikan apresiasi kepada dinas pariwisata provinsi NTB dan Kabupaten Sumbawa dalam sambutannya.

“Memang kita tidak bias pungkiri kalau kita (di Sumbawa) ini belum mehamami mau dibawa kemana barang (pariwisata) ini, untung saja Kepala Dispopar mampu menyesuaikan diri dengan keadaan yang ada, terima kasih pula kami ucapkan kepala dinas pariwisata provinsi yang senantiasa membantu kami di Sumbawa ini, pembukaan Festival Pesona Moyo kemarin sudah menjadi bukti nyata kalau dinas pariwisata provinsi serius untuk membantu kami di Sumbawa ini. Semoga dengan terbentuknya ASITA dan PHRI kabupaten Sumbawa nanti, maka semakin jelas arah dari pengembangan pariwisata Kabupaten Sumbawa ke depannya”, ucap Wakil Bupati yang akrab disapa Pak Mo’ ini.

Dialog pariwisata malam itu diawali dengan pemberian pandangan dari beberapa tokoh pariwisata provinsi seperti ketua PUTRI (Persatuan Usaha Taman Rekreasi Indonesia) yang sekaligus mewakili ASITA NTB, Ketua PHRI NTB dan tokoh lainnya.

Kemudian dilanjutkan dengan pemberian tanggapan dari para audiens yang hadir. Audiens terlihat begitu antusias, banyak saran dan tanggapan yang diberikan kepada Kepala Dinas Pariwisata provinsi dan Kabupaten Sumbawa.

Kegiatan malam hari itu berlangsung hingga pukul 12 malam, dengan kesimpulan bahwa ASITA dan PHRI akan dibentuk namun akan diawali dengan pembentukan tim formatur yang pembahasannya akan dilanjutkan esok harinya.

Emen Ardiansyah

Pastikan Bahwa Kerja Keras Kita, Bisa Membuat Bangsa Ini Bangga. Hidup hanya sekali, jangan menua tanpa karya dan inspirasi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button