Hadirkan 1350 Penenun, Pringgasela Akan Catatkan Rekor MURI

by Emen Ardiansyah

Genpilomboksumbawa.com, Pringgasela – Pariwisata saat ini sedang menjadi sektor yang sangat menarik di Pulau Lombok. Tidak hanya dinas yang berkaitan dengan pariwisata yang begitu serius melakukan promosi dan menggali potensi, namun organisasi masyarakat sadar wisata tingkat desa pun tidak mau ketinggalan untuk ambil andil dalam menggali potensi yang dimiliki daerahnya. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya kegiatan-kegiatan festival atau kegiatan lain dengan nama yang berbeda namun memiliki makna yang sama yang dilaksanakan di tingkat desa atau kecamatan.

Sama halnya dengan Kecamatan Pringgasela, Dalam rangka melakukan promosi terhadap potensi yang dimiliki masyarakat dan potensi yang dimiliki Kecamatan Pringgasela, Lembaga Pemerhati Pariwisata Seni dan Budaya Desa (LP2SBD) Kecamatan Pringgasela akan menggelar kegiatan Alunan Budaya Desa. Kegiatan ini dilaksanakan dengan maksud untuk  meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga warisan para leluhur, memberikan wadah eksplorasi atas kreativitas yang dimiliki para pemuda, serta untuk menjalin komunikasi dan silaturahmi antar masyarakat.

Kegiatan Alunan Budaya Desa yang mengusung tema ‘Warna dan Irama Tenun’ ini akan menyajikan beberapa rangkaian kegiatan pementasan dan pameran. kegiatan-kegiatan yang akan disajikan antara lain seperti, pementasan musik tradisional, pementasan drama tenun sesek, pementasan tari sesek, pementasan wayang, pameran ekonomi kreatif  seperti kerajinan tenun dan lukis gerabah, serta permainan tradisional nyosok suri dan menuyun.

Tidak sekedar pementasan dan pameran, kegiatan ini juga merencanakan akan mencatatkan Rekor di Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan menghadirkan 1.350 penenun.Kegiatan ini akan berlangsung pada tanggal 9 – 11 September 2017 bertempat di Panggung Perjuangan Desa Pringgasela.

You may also like

Leave a Comment

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.